Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Posted by Anik Miftah on May 25, '10 11:11 AM for everyone
Tulisan dibawah ini saya ikutkan lomba KONTES BLOG dengan tema BERBAGI KISAH SEJATI di tempat mbak Anaz   dan kontes ini sponsornya disini

   Semoga ada hikmah yang bisa anda ambil dari kisah perjalanan panjang saya ketika mengais rezeki di negeri beton (Hong Kong)  ini. Sebelumnya, Silahkan menyiapkan dahulu cemilan dan secangkir teh hangat atau kopi panas sebagai teman dikala anda memulai membaca kisah perjalanan panjang yang saya rangkum dibawah ini ^_^

  Hidup adalah perjuangan. Jangan pernah sekalipun merasa jatuh dengan segala keterbatasan. Yakinlah, setiap pribadi mempunyai kekuatan luar biasa untuk bangkit.....
Selamat membaca....

* * * * * * * *

  
Bulan Juli 2003, Setelah merampungkan tugas belajar di SMA, sebagai perempuan yang hidup di desa saya hanya membantu pekerjaan ibu dirumah saja, membantu beliau jualan di warung & membantu segala pekerjaan ibu dirumah adalah beberapa diantaranya. Ibaratnya pekerjaannya hanya itu-itu saja, memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah pun hanya terpendam di hati saya.

   Mengingat ekonomi keluarga kami yang hanya pas-pasan, saya menepiskan segala mimpi untuk melanjutkan sekolah lagi. Bekerja diluar kota, bukannya saya tidak mau. Saya lebih memilih bekerja jauh semisal ke luar negeri. Tapi, berkaca pada diri saya sendiri dengan memegang sebuah ijazah SMA mau bekerja dimana?? Kalau tidak bekerja menjadi TKW, lalu pekerjaan apa??

  Dan, dengan izin kedua orangtua saya, akhirnya pilihan selanjutnya adalah menjadi TKW keluar negeri.

  "Lungo menyang luar negeri wae Nduk!"  ucap ibu ketika itu.

   Dan, sebagai anak perempuan yang hidup dan berbaur dengan masyarakat Jawa, lagi-lagi saya manut dan meng-iya-kan kalimat dari ibu saya tersebut.

   Tapi negeri mana?? masih abu-abu dalam pikiran saya ketika itu. Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Brunei ataukah Hong Kong??  Membayangkan sebagian negara tersebut, pikiran saya langsung tertuju ke beberapa negara. Tak ayal, hanya bingung dan bingung seketika melanda diri saya. Banyak hal yang saya takutkan dan saya khawatirkan sebenarnya, tapi pikiran-pikiran itu seketika saya buang jauh-jauh saja...

   Menjadi TKW tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi setelah ibu mengajak saya kepada seorang penyalur tenaga kerja ke luar negeri yang masih kerabat dekat ibu di kecamatan sebelah. Mengendarai sepeda motor butut kepunyaan bapak, bersama ibu saya menuju  ke kantor PJTKI yang dimaksud oleh ibu yaitu berada di kecamatan Babadan Ponorogo.

   Sesampai di kantor PJTKI, saya memegang erat beberapa lembar arsip penting yang saya bawa yaitu ijazah dan beberapa surat penting semisal akta keluarga. Duh Gusti....Bismillah saya berniat akan bekerja dan mengadu nasib ke negeri orang, ucap saya dalam hati.

   Setelah berembug dengan pemilik PJTKI tersebut, Pemilik PJTKI memberi saran untuk menjadi TKW ke negara Hong Kong saja. Lagi-lagi saya manut dengan saran-saran dari pemilik PJTKI daerah tersebut. Seketika saya membayangkan bagaimanakah suasana negera Hong Kong itu? Bahasanya bagaimana? dan Orang-orang yang hidup di negara tersebut bagaimana pula??

   Akhir tahun 2003 adalah menjadi awal kisah perjalanan panjang saya menuju negara Hong Kong, memasuki sebuah penampungan PJTKI di kota Surabaya, dan saya masih mengingat benar nama PJTKI tersebut yaitu PT Hikmah Surya Jaya yang terletak di kawasan perkampungan padat dekat daerah Ploso.

  Doa dan linangan airmata dari ibu mengiringi keberangkatan saya ke kota Surabaya pada akhir 2003. Sungguh, begini beratnya berpisah dengan orang-orang tercinta. Sepanjang perjalanan saya hanya menangis, membayangkan nanti siapa yang akan membantu ibu di warung? siapa yang akan membantu ibu mencuci piring? siapa yang akan mengantar ibu ke pasar? dan, siapa yang akan menyapu pekarangan rumah ibu di kampung?

  Tapi,saya sadar bahwa saya bekerja ke luar negeri ini juga atas restu beliau, doa beliau di akhir sujud ketika sembahyang menjadi penguat saya. Ah ibu...cintamu kepada kami sungguh sangat luasnya...

   Akhir 2003 menjadi tahun pertama saya memasuki sebuah asrama, yang mana ketika kami (serombongan perempuan-perempuan yang memiliki niat sama yaitu ingin mengadu nasib ke luar negeri) sampai ke sebuah penampungan PJTKI. Gerbang sebuah penampungan PJTKI yang dingin dan angkuh tertutup rapat menyambut kedatangan kami. Dan, seketika gerbang dibuka oleh seorang perempuan berambut pendek,mobil yang membawa kami memasuki asrama tempat kami akan ditampung untuk sementara waktu, terlihatlah segerombolan perempuan-perempuan yang mirip dengan perempuan yang membuka gerbang tadi, nyaris seluruhnya memiliki potongan rambut yang sama yaitu berambut pendek!!

   Dan, saya lagi-lagi teringat dengan ibu. Beginikah bu suasana didalam sebuah penampungan PJTKI?? Apakah saya juga akan memiliki potongan rambut yang sama seperti mereka?

   Setelah penyalur dari PJTKI daerah yang membawa kami ke kota Surabaya mendaftarkan kami ke bagian administrasi, kami langsung di bawa ke sebuah ruangan kosong tempat kami meletakkan bawaan kami yang tak seberapa dan untuk tempat kami beristirahat.

  Beberapa menit kemudian, pihak PJTKI membawa kami ke sebuah ruangan lain. Kami ditanyai berbagai macam pertanyaan dari selembar kertas berwarna putih. Kemudian, setelah selesai wawancara kami di beri giliran untuk memotong rambut seperti perempuan-perempuan lain penghuni PJTKI tersebut.

   Kres...kres...kres...akhirnya rambut di kepala kami masing-masing sudah terpotong sama pendeknya bak potongan rambut laki-laki. Dan, esok harinya kami diantar ke sebuah tempat dimana kami disuruh tes medical untuk mengecek kesehatan kami masing-masing, dan diantara beberapa teman senasib itu salah satu diantara kami gagal tes medical. Entah apa sebabnya, pihak PJTKI tak memberitahukan hal tersebut kepada kami.

  Beberapa hari kemudian proses belajar berbagai hal dari mulai belajar bahasa Kantonis, belajar tatacara bekerja di negara Hong Kong, belajar memasak, dan belajar berbagai hal yang lain pun dimulai. PJTKI yang didalamnya banyak aturan-aturan tertulis, tentu harus diikuti oleh semua calon pekerja yang akan mengadu nasib di negeri sebrang tak terkecuali kepada kami yang baru beberapa hari datang ke PJTKI tersebut.

  Aturan tertulis pun tercatat dengan sangat rapi di ruangan kami masing-masing, dimana tiap ruangan luas hanya ada loker-loker terbuka tempat barang bawaan kami yang terletak di pinggir ruangan dekat dinding, yang mana tiap loker tersebut ada nomor-nomor yang berbeda. Di pojokan ruangan, ada tumpukan kasur tipis dan bantal bantal yang tertata rapi, Ditengah ruangan yang memiliki lantai kayu dan berkarpet hijau tidak ada isinya sama sekali, hanya kosong. Disitulah, selepas Isya' kami menggelar tumpukan kasur yang dipojokan tadi untuk tidur berjejer-jejer, dan kami laksana ikan pindang saja!!

    Di lantai bawah, terletak beberapa ruangan berbeda. Salah satunya adalah ruangan pemilik PJTKI yang kami menyebutnya dengan sebutan ''Dhai-Dhai'' (Nyonya). Seorang perempuan keturunan China yang selalu dandan menor bak artis di televisi, dengan rias muka tebal dan gaya rambut yang di hairspray setiap harinya. Ketika Nyonya tersebut setiap kali berkunjung ke penampungan, tak seorang pun akan berbicara satu sama lain. Semua diam, semua patuh akan perkataan sang nyonya. Itulah wajah pemilik PJTKI di penampungan kami waktu itu!!

  Awal belajar di penampungan, banyak diantara kami yang mengeluh!! Jenuh!!Begini susahnya belajar bahasa Kantonis, apalagi bagi ibu-ibu yang diantaranya ada beberapa, dan rasa kangen dengan keluarga adalah kebanyakan  yang dicurhatkan oleh para ibu-ibu tersebut.

  Tak mudah menjalani berbagai aturan tertulis di PJTKI tersebut, banyak hal yang harus kami pelajari secara sungguh-sungguh. Bulan demi bulan proses belajar kami lalui dengan penuh perjuangan. Hal yang paling kami tunggu-tunggu adalah ketika mendapatkan kunjungan dari keluarga kami dikampung, karena kami di penampungan pun tak diperbolehkan keluar dari PJTKI jadi hanya kunjungan dari keluarga adalah hiburan satu-satunya yang kami tunggu-tunggu. Jauhnya perjalanan Ponorogo-Surabaya membuat orangtua saya pun tak sesering mungkin mengunjungi anaknya yang sedang belajar untuk mempersiapkan keberangkatan ke negeri sebrang ini.

  Sesekali ibu menitipkan sesuatu berupa makanan dan sambel buatan beliau kepada penyalur tenaga kerja yang dahulu memberangkatkan saya ke Surabaya. Begitulah, suasana di PJTKI tempat kami belajar. Karena hidup bak di penjara, Terkadang suasana jenuh sesekali melanda kami, tapi demi sebuah proses yang harus kami lewati kami harus manut dan ngikut apapun peraturan di PJTKI.

   Hampir 2 bulan di penampungan, saya diberikan tugas PKL di luar PJTKI yaitu di sebuah rumah besar di daerah Darma Husada Indah. Saya bersyukur dapat menikmati udara luar PJTKI, dikarenakan saya belum berpengalaman bekerja ke luar negeri jadi pihak PT memberikan kesempatan kerja luar sebagai bagian proses belajar bekerja seperti di luar negeri. Disitu pula saya belajar banyak hal kepada sang pemilik rumah yaitu majikan tempat PKL saya yang bernama Cece Vony seorang China keturunan, bersih-bersih rumah, memasak, diajak belanja, mencuci mobil, menata taman bunga di depan dan belakang rumah dan itu pula termasuk menyiangi berbagai tanaman dan mempercantik tanaman-tanaman tersebut.

   Semua pekerjaan tersebut saya jalani dengan senang hati, sebenarnya tak mudah tapi dengan kemauan dan niat Bismillah, akhirnya di awal tahun terbanglah sebuah angan dan cita-cita ini ke negeri beton tempatnya. Setelah menunggu beberapa bulan proses visa kerja pun tiba untuk diri saya, saya masih ingat pihak PJTKI memberitahukan bahwa pekerjaan saya hanya bersih-bersih rumah dan memasak. Dan calon majikan saya nanti berada di daerah Tung Chung Hong Kong.

   Awal 2004, saya berangkat ke negara Hong kong. disinilah saya menangis untuk kedua kalinya sejak keberangkatan dari rumah beberapa bulan sebelumnya. Berpamitan kembali dengan kedua orangtua, berpamitan kepada seluruh penghuni PJTKI dan teman-teman senasib sekaligus meminta lagi do'a restu kedua orangtua saya, semoga anaknya ini selalu mendapat perlindungan dari-Nya...

* * * * * * *

         Bismillah.....

  Musim dingin awal tahun menyapa saya sesampainya di bandara Chep Lap Kok, dengan baju yang tak seberapa saya sangat kedinginan dengan cuaca yang ada di negara Hong Kong ketika itu. Seketika saat saya sedang kebingungan, sekonyong-konyong ada seorang perempuan muda yang ternyata adalah pihak agen yang menjemput saya.

  Melewati setiap jalanan di sepanjang jalur kereta, Saya benar-benar takjub dan membayangkan berbagai hal waktu pertama kali menjejakkan kaki di negara Hong Kong.  Negeri yang sebagian besarnya tampak kubus-kubus beton berdiri tegak, seakan menantang siapa saja yang akan berada didekatnya. Tak ayal, timbul perasaan was-was dan khawatir ketika menginjakkan kaki pertama kali di negara Hong Kong. Bagaimana calon majikan saya nanti, Bagaimana ketika pertama nanti bertatap muka dengan majikan saya, Kalimat apa saja yang harus  diucapkan kepada calon majikan saya? beragam pertanyaan-pertanyaan itu menari-nari dalam benak saya.

   Keesokan harinya sesampai di kantor agen, saya diajak untuk cek kesehatan kedua kalinya. Setelah selesai, pihak agen mengantarkan saya untuk membuat ID CARD Hong Kong sebagai kartu tanda penduduk setempat. Beberapa hari kemudian, pihak majikan pun menjemput saya di agen. Pertama kali sampai dirumah majikan, saya lagi-lagi takjub dengan rumah majikan. Sebuah rumah yang berbentuk apartemen yang menghadap kearah bandara Chep Lap kok yang terletak di distrik Tung Chung,  seperti kebanyakan rumah-rumah lain di Hong Kong tetapi memiliki beberapa kamar yang luas dan kamar mandi yang sama besar dan juga sama luasnya.

   Bulan demi bulan rutinitas yang berhubungan dengan pekerjaan rumahtangga, saya kerjakan dengan senang hati. Musim dingin yang menggigit dan baju yang ala kadarnya dan pekerjaan rumah yang menumpuk saya kerjakan dengan senang hati pula. Kalimat majikan yang terkadang tidak saya mengerti, membuat saya harus benar-benar memahami dan mengartikan apa saja kalimat-kalimat yang diucapkan oleh majikan saya. 

  Banyak orang berkata bahwa majikan saya cerewet, majikan saya jahat, ini adalah kalimat yang saya dengar dari pekerja rumah tangga di sebelah rumah ketika kami sama-sama sedang berpapasan membuang sampah. Memang benar, ketika saya mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga dan dimata majikan pekerjaan tersebut salah, majikan selalu mengatakan saya bodoh & saya tak bisa kerja. Terkadang pula majikan perempuan juga menggunakan kekerasan dengan menggunakan alat penggorengan untuk memukul kepala saya, tapi saya selalu menghindar. dan majikan mengatakan saya ''pok coi'' dalam artian membantah perkataannya... (saya sungguh nelangsa mengingat kejadian ini T_T)

  Tapi, saya lagi-lagi menepiskan kalimat-kalimat dari tetangga rumah saya tersebut. Walau cerewet, dia adalah majikan saya. Walaupun jahat dia adalah majikan yang menggaji saya. Dan, tetangga sebelah rumah sangat memahami sikap saya yang demikian, dan beberapa kali tetangga saya ini menyuruh saya untuk keluar dari rumah majikan saya tersebut. Sekali lagi, karena beralasan saya masih baru bekerja dan tak tahu arah dan harus melapor kemana, maka saya tidak bisa berbuat apa-apa.

 Dan, lagi-lagi tangan Allah mengulurkan rezeki lewat tetangga rumah sebelah. Dari tetangga sebelah rumah tersebut  yang juga orang Indonesia ini, saya seringkali diberi makanan dan pakaian musim dingin. Alhamdulillah, walau jauh dirantau masih ada yang berbuat baik  kepada saya.

 (Saat ini,  Saya menjadi kangen dengan tetangga rumah sebelah yang berasal dari Tulung Agung tersebut, mbak semoga Allah membalas segala kebaikanmu dahulu kepada saya dengan balasan yang lebih...)

   Semua pekerjaan rumah tangga, tak terkecuali pekerjaan di rumah anak-anaknya di lantai 21 di apartemen yang sama saya kerjakan juga. ditambah setiap harinya setelah merampungkan pekerjaan rumah, saya bersama anak perempuannya menggunakan bus apartemen yang gratis dengan hanya menunjukkan sebuah kartu khusus menuju ke daerah Tsim Sha Tsui. Di daerah ini,majikan saya memiliki sebuah kantor khusus tempat produksi berbagai mutiara. Jadi, ditempat tersebut pekerjaan saya juga bertambah, meronce mutiara-mutiara menjadi kalung, gelang, dan aksesoris wanita lainnya dan juga membersihkan tiap ruangan kantor sesekali juga memasak untuk makan siang karyawan kantor.

  Pekerjaan rumah yang menumpuk dan ditambah bahasa majikan yang tidak saya pahami terkadang menimbulkan salah paham, dan itu tentunya membuat majikan seperti tak sabaran dengan segala pekerjaan saya. Bahasa Kantonis yang saya pelajari di penampungan di kota Surabaya dahulu, seperti hanya angin lalu saja. Tak ada guna, karena banyak sekali kalimat yang sama tapi berbeda artinya. dan, orang Hong Kong kalau berbicara kalimatnya disingkat dan serba cepat bicaranya.

  Dan lagi, majikan saya perempuan pun bicaranya jarang menggunakan bahasa Kantonis, tetapi menggunakan bahasa Hokian yaitu bahasa daerah di China daratan. Hanya anak-anaknya saja yang menggunakan bahasa Kantonis sebagai bahasa sehari-harinya. Lagi-lagi saya sungguh bingung dengan segala perintah dari majikan saya. Terkadang hanya menggunakan bahasa isyarat saja, lagi-lagi inilah yang membuat marah majikan perempuan.

  Bulan ke-5 adalah episode menyedihkan yang menimpa saya kala itu, majikan mem-PHK dari pekerjaan hanya karena saya tak bisa berbahasa layaknya bahasa majikan perempuan!!

Seketika , majikan pun memulangkan saya ke kantor agen!!

  Limbung...Bingung...!!!

  Tak tahu harus bagaimana dan apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Sesampai di kantor agen, luapan amarah dan cacian dari pihak agen langsung saya terima. Sungguh, saya nelangsa sekali mendengar cacian dari pihak agen, karena pemilik agen memiliki seorang ibu yang berasal dari Surabaya, otomatis bahasa yang diucapkannya adalah bahasa Jawa dengan logat Surabaya!!

 Duh Gustiiii....T_T

  Ketika malam tiba, saya meluapkan segala kesedihan ini hanya kepada-Nya. Saya berdo'a semoga nanti mendapat majikan baru lagi yang lebih baik tentunya.

  Dan, beberapa hari kemudian pihak agen langsung memulangkan saya ke Indonesia dengan menitipkannya ke salah seorang pekerja yang pulang ke tanah air.  kembali ke penampungan pihak PJTKI memberitahukan akan kepulangan saya kepada orangtua di kampung dan sempat orangtua memberikan saran agar pulang ke kampung saja. Tapi, sekali lagi saya berkata dengan bijak kepada ibu dan bersikeras tidak akan pulang sebelum saya membawa sesuatu ke kampung halaman.

  Sesampai di kantor PJTKI saya sungguh-sungguh malu, karena tak membawa hasil yang berarti ke tanah air. Apalagi ketika saya mendapat kabar dari orangtua dikampung yang mendapat cibiran dari beberapa tetangga, sungguh....saya ingin sekali pulang memberikan kalimat motivasi dan semangat kepada ibu dan bapak agar tak berkecil hati dengan kegagalan dan kepulangan saya yang tak membawa apa-apa ini. tapi karena tak ingin pulang, saya hanya mendo'akan yang terbaik kepada beliau berdua...T_T

   Belajar seperti semula saat awal-awal di PJTKI adalah proses selanjutnya. Dan pihak PJTKI ternyata memindahkan saya ke agen lain bukan agen sebelumnya yang berada di daerah North Point. Alhamdulillah, Sekali lagi sangat sangat mensyukuri hal ini. Do'a saya akhirnya dikabulkan oleh-Nya...

   Kembali belajar dari kegagalan, saya semakin terpacu dengan kesalahan terdahulu. Alhamdulillah, awal Maret 2005 saya kembali menjejakkan kaki kedua kalinya di negeri beton. Mendapat majikan di distrik Diamond Hill, bersih-bersih, memasak, belanja dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan rumah tangga saya jalani dengan sepenuh hati.

  Alhamdulillah, September 2009 saat Idul Fitri tahun kemarin majikan mengizinkan saya untuk cuti pulang ke tanah air. Bertemu dengan orang-orang tercinta, bapak ibu dan saudara-saudara saya di kampung adalah hal yang paling saya syukuri.

  Berbagi sedikit rizki kepada saudara-saudara dan tetangga di kampung adalah yang  saya lakukan ketika pulang kampung tahun kemarin. Sebelum berangkat ke Hong Kong, kembali saya berpamitan kepada bapak ibu dan saudara-saudara yang lain untuk memohon maaf atas segala khilaf yang saya perbuat kepada siapa saja, dan meminta do'a agar saya di negeri sebrang mendapat keberkahan dalam rizki yang saya peroleh ketika bekerja untuk masa selanjutnya.

  Alhamdulillah, sudah tahun ke-5 saya bekerja di majikan ini, saya sangat Bersyukur atas limpahan rezeki yang saya dapatkan sampai detik ini. Kegagalan saya dahulu, saya jadikan sebuah pelajaran berharga. Bahwa, bekerja dimanapun harus diniati dengan hati yang ikhlas dan restu orangtua adalah yang utama.

  Dan, Mozaik kisah yang saya susun sedemikian rupa ini merupakan kisah nyata yang saya alami dan saya rasakan ketika menjadi pekerja rumah tangga di negara Hong Kong, dan maaf  tidak setiap kejadian dapat saya ceritakan semuanya disini. Sulaman kisah-kisah yang berwarna-warni ini akan menjadi sebuah kenangan dan cambuk yang akan menjadi penyemangat saya dikala sedang bekerja untuk ke depannya.

  Dan, Insyallah tahun depan ketika kontrak kerja saya berakhir saya merencanakan untuk pulang kampung seterusnya ke tanah air dan tak akan bekerja kembali di Hong Kong. Beberapa hal sudah saya rencanakan dari sini sesampainya kelak di kampung halaman saya. Bismillah, semoga segalanya mendapat kemudahan dari-Nya.....Amiiiiinnnn.
   
  Saya memohon kepada Allah, yang terbaik kepada saya dan keluarga. Saya tidak mengetahui kedepannya seperti apa. Yang pasti, waktu tidak akan pernah kembali lagi. Apa yang sudah dilakukan menjadi sebuah evaluasi , Apa yang sedang dilakukan harus dimaksimalkan, dan apa yang dilakukan kedepannya, musti menjadi sebuah pemikiran panjang. Semua harus fokus, Lewat segenap ikhtiar dan do'a, saya meminta yang terbaik kepada-Nya...

  Satu hal yang pasti, keberhasilan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya pengorbanan, perjuangan, totalitas, doa, usaha dan keyakinan yang lebih, daripada itu semuanya hanya Allah SWT yang menentukan. Kita tidak akan pernah menjadi dewasa jika kita tak pernah mengalami kegagalan, benturan, masalah. Bagaimana kita melewati aral rintangan itu, yang nantinya membuat kita lebih bijak dalam melangkah dan menentukan sikap kita di masa yang akan datang.
 
 ~POJOK DIAMOND HILL, MEI 2010~

SALAM HANGAT DARI NEGERI BETON



 

73 CommentsChronological   Reverse   Threaded
yplaksana wrote on May 25, '10, edited on May 25, '10
'' celingak celinguk''...... Pertama X..... he he he thank's for sharing jadi pengen ke Hongkong nih ceritanya :-))
miftamifta wrote on May 25, '10
'' celingak celinguk''...... Pertama X..... he he he thank's for sharing jadi pengen ke Hongkong nih ceritanya :-))
yang pertama dapat segelas teh anget...

maturnuwun sudah berkenan baca tulisan panjang ini akh...
ivoniezahra wrote on May 25, '10
Seperti membaca ulang kisah saya tapi berbeda konteks :-D
oncomko wrote on May 25, '10
Masya Allah...pengalaman hidup yang luar biasa...patut diacungi jempol 4 untuk kegigihan, semangat, keoptimisan dll...saya jadi banyak mengambil hikmah dari mbak...selamat berjuang n tetap semangat ya mbak ^^
miftamifta wrote on May 25, '10
Seperti membaca ulang kisah saya tapi berbeda konteks :-D
mbakkkkk, berulang kali saya baca tulisan ini "mewek' saya mbak...

T_T
miftamifta wrote on May 25, '10
oncomko said
Masya Allah...pengalaman hidup yang luar biasa...patut diacungi jempol 4 untuk kegigihan, semangat, keoptimisan dll...saya jadi banyak mengambil hikmah dari mbak...selamat berjuang n tetap semangat ya mbak ^^
terimakasih sudah berkenan singgah di kisah yg saya tulis disini mbak...

salam kenal

salam semangat...
bundel wrote on May 25, '10
Alhamdulillah, kesabaran ananda membawa berkah. Tolong brosing mengenai PLRT yang dipekerjakan majikan Malaysianya di rumah mereka, kemudian dibawa pindah ke Afrika Selatan.

Di Afrika ini dia menjadi stress sehingga melarikan diri. Kisahnya ada di blog saya yang ini dan yang satu lagi. Di yang satunya saya menceritakan staff di ruamh tangga keluarga saya yang berperan sebagai carer PLRT merana tadi.

Selamat menghabiskan sisa waktu di Hongkong, barakallahu! Peluk sayangku untuk ananda seorang.
oncomko wrote on May 25, '10
sama2...saya jd banyak belajar disini..^^

salam kenal jua...n salam semangat jua ^^
ivoniezahra wrote on May 25, '10
Apalagi punya saya kalau ditulis. Wuih, nelangsa banget. Saya mpe terdampar di 2 negara selain HK :-(
anazkia wrote on May 25, '10
lambat :((

Afwan, Neng koneksinya lemot total... Ini Mbak baru bisa baca.
miftamifta wrote on May 25, '10
bundel said
Alhamdulillah, kesabaran ananda membawa berkah. Tolong brosing mengenai PLRT yang dipekerjakan majikan Malaysianya di rumah mereka, kemudian dibawa pindah ke Afrika Selatan.

Di Afrika ini dia menjadi stress sehingga melarikan diri. Kisahnya ada di blog saya yang ini dan yang satu lagi. Di yang satunya saya menceritakan staff di ruamh tangga keluarga saya yang berperan sebagai carer PLRT merana tadi.

Selamat menghabiskan sisa waktu di Hongkong, barakallahu! Peluk sayangku untuk ananda seorang.
Alhamdulillah ibu....

maaf bu, dimana link nya tentang kisah tsb?

nanti saya browsing ya bu...

sekali lagi terimakasih ibu atas semangat dan donya juga. pelukkkkkkk ibu...

T_T
miftamifta wrote on May 25, '10
oncomko said
sama2...saya jd banyak belajar disini..^^

salam kenal jua...n salam semangat jua ^^
senangnya dapat saudara baru lagi...

^^
miftamifta wrote on May 25, '10
Apalagi punya saya kalau ditulis. Wuih, nelangsa banget. Saya mpe terdampar di 2 negara selain HK :-(
T_T

*mewek*
miftamifta wrote on May 25, '10
anazkia said
lambat :((

Afwan, Neng koneksinya lemot total... Ini Mbak baru bisa baca.
gak apa-apa mbak. disini koneksinya jg lemot...

terimakasih...
bundel wrote on May 25, '10
Alhamdulillah ibu....

maaf bu, dimana link nya tentang kisah tsb?

nanti saya browsing ya bu...

sekali lagi terimakasih ibu atas semangat dan donya juga. pelukkkkkkk ibu...

T_T
Aduh, simbahe males ngelink lah mbak, golekana wae, postingan taun mbiyen.
bundel wrote on May 25, '10
Oh ngene, sing ndik blog iki, golekana tags depressi, stress. Iku.
anazkia wrote on May 25, '10
bundel said
Aduh, simbahe males ngelink lah mbak, golekana wae, postingan taun mbiyen.
Hihihi... Anaz dah baca yang itu :) cari aja, Mif...
miftamifta wrote on May 25, '10
Insyallah nanti saya ubek2 tulisan ditempat ibu ya, ini ganti online dr hape bu. Koneksi net nya lemot bgt:-(
anazkia wrote on May 25, '10
Subhanallah.... berat banget yah, perjaungannya. ternyata, Mbak belum ada apa2nya. membaca satu demi satu karyanaskah peserta, Mbak ajdi semangat abnget pengen membukukan. Semoga ada penerbita yang mau membantu.... mohon doanya yah...
srisariningdiyah wrote on May 25, '10
mifta *hugs*

semoga kita bisa cepat ketemu ya :)
nanti cerita2 lebih banyak lagi...
dhave29 wrote on May 25, '10
numpang baca baca..... hehehehe cerita yang bagus
luvummi wrote on May 25, '10
wihi...
Alhamdulillah klo kondisinyah dah rada mendingan..
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Anaz: berat tp saya tetep optimis mbak, bahwa saya pun ga boleh patah semangat dgn kegagalan tsb

Wah,ide yg bagus mbak. Semoga bisa terwujud ya mbak

Amiiin
miftamifta wrote on May 25, '10
Teh Ari: peluk peluk teh Ari...

Insyaallah saya tunggu kabar selanjutnya ya Teh:-)
miftamifta wrote on May 25, '10
Mas Danang: monggo...
Silahkan...

Maturnuwun sudah berkenan mampir di tulisan yg sangat panjang ini
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Diah: Alhamdulillah mbak...

adearin wrote on May 25, '10
jangan sedih Say. bukankah jerih payah itu sudah berganti manis saat ini? tetapkan hati utk memulai hdp baru jika pulang kampung nanti ya....
*peluk cium...
berry89 wrote on May 25, '10
o___O howa.. pengalaman berharga mbak,,,
miftamifta wrote on May 25, '10
Insyallah mbak Wie, saling doa mendoakan semoga dimudahkan segalanya...
Amin...

*peluk cium buat mb Wie & dek Ri2n*
trewelu wrote on May 25, '10
masya Allah... salut mbak untuk pengalaman dan kesabarannya... Allah pasti sayang banget sama mbak mifta...
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Haya: iya sangat sangat berharga malahan mb.
Mksh sdh berkenan bc tulisan ini:-)
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Rinda: perjuangan panjang yg berbuah kesabaran.

Mksh mb Rinda..
night16 wrote on May 25, '10
kelar juga bacanya, hhe
no coment ah, jadi gagu saya soalnya :)
yant165 wrote on May 25, '10
Bingung mau komen apa. Hiks.. Hiks..
Tp ternyata qta 1 angkatan, sama2 lulus sma thn 03. Toss dulu :)
amarylli wrote on May 25, '10
:-) tetap semangat ya

Dan semoga menang dalam lomba ini
miftamifta wrote on May 25, '10
Yory: terimakasih sudah membaca jurnal panjang ini Yor

Hee lha ini khan sudah termasuk komen:-)
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Yanti: T_T

Mksh sdh menyempatkan bc jurnal panjang ini mb Yan

Subhanallah, ternyata kita seumuran ya mbak:-). Toss juga ah...
miftamifta wrote on May 25, '10
Mb Mary: Insyaallah msh tetap semangat mbak, mksh:-)

Amin...
night16 wrote on May 25, '10
Yory: terimakasih sudah membaca jurnal panjang ini Yor

Hee lha ini khan sudah termasuk komen:-)
hhe ok sama2....
miftamifta wrote on May 25, '10
Yory : :-)

Terkenang kisah ini sy menjadi biru...
Haru...
nitafebri wrote on May 25, '10
syukurlah akhirnya temen MP nambah ada yg ikutan lagi.. :)
night16 wrote on May 25, '10
Yory : :-)

Terkenang kisah ini sy menjadi biru...
Haru...
:)
miftamifta wrote on May 25, '10
Ayo mbak Nita ikutan ya

*sambil narik narik baju mb Nita*

Biar MP semakin rame hehe
iras80 wrote on May 25, '10
panjang sekali Mifta. Semoga menang ya, atau lbh tepatnya layak menjadi pemenang...semoga jadi inspirasi bg yg lain...
miftamifta wrote on May 25, '10
Jurnal terpanjang yg saya buat sepanjang kenal MP mbak,afwan...

Mb Erwin, ayo meramaikan lomba ini juga:-)
asasayang wrote on May 25, '10
keren mb mif... lina mau ikutan juga tapi ga kelar2 nulisnya...*otaknya cuntel tiap di depan laptop...hehe*
qaulandiarra wrote on May 25, '10
Pengalaman yang mengharu biru ya mbak, semoga cita2 sekembalinya di tanah air terlaksana..
Dan semoga menang dalam lomba,
fajrihelmi wrote on May 25, '10
Harusñ bs lbh panjang ya..^^. Satu kata perjuangan
fajrihelmi wrote on May 25, '10
Harusñ bs lbh panjang ya..^^. Satu kata perjuangan
yant165 wrote on May 25, '10
Kalau gt jgn panggil mbak lg dunk.. Panggil yanti aja :D
bundel wrote on May 26, '10
anazkia said
Hihihi... Anaz dah baca yang itu :) cari aja, Mif...
Iyo, awake dewe kenalan gara-gara kasus iku ya? Jenengmu mbiyen isih justmaid.
miftamifta wrote on May 26, '10
night16 said
:)
^__^
miftamifta wrote on May 26, '10
keren mb mif... lina mau ikutan juga tapi ga kelar2 nulisnya...*otaknya cuntel tiap di depan laptop...hehe*
dek lina ayukkkk ikutannnn, biar semakin rame lombanya...

belajar dulu trus taruh di draft nanti khan bisa di edit kapan saja

^_^
miftamifta wrote on May 26, '10
Pengalaman yang mengharu biru ya mbak, semoga cita2 sekembalinya di tanah air terlaksana..
Dan semoga menang dalam lomba,
iya mbak, slalu terkenang sampai kapanpun.
Amiinnn....
mksh mb Relin do'anya

^__^
miftamifta wrote on May 26, '10
Harusñ bs lbh panjang ya..^^. Satu kata perjuangan
ini sudah saya singkat-singkat Uda sebagian kisah saya..
^__^

mksh Uda sudah mau mampir meluangkan baca kisah tentang saya ini...
miftamifta wrote on May 26, '10
Harusñ bs lbh panjang ya..^^. Satu kata perjuangan
dobel momen Uda..

^_^
miftamifta wrote on May 26, '10
yant165 said
Kalau gt jgn panggil mbak lg dunk.. Panggil yanti aja :D
hehe saya sudah terbiasa panggil siapa saja dengan panggilan embak loh mbak....

^__^

kata orang Jawa, ora kulino alias tdk terbiasa...

hehe panggil embak saja ya mbak...
sahabatlove wrote on May 26, '10
kisah yg tk jauh beda,smangat ya,
erryanti wrote on May 26, '10
membaca cerita ini bagaikan menyusun kepingan puzzle di masa lalu, de mitha kapan pulang ? ( ternyata satu tahun dibawahku, jadi kupanggil dik yach, jangan protes )
miftamifta wrote on May 26, '10
kisah yg tk jauh beda,smangat ya,
Insyallah...

masih tetep semangat mbak..

mks...

^__^
miftamifta wrote on May 26, '10
membaca cerita ini bagaikan menyusun kepingan puzzle di masa lalu, de mitha kapan pulang ? ( ternyata satu tahun dibawahku, jadi kupanggil dik yach, jangan protes )
Hiks..

mbak apa kbrnya? semoga sehat.
Insyallah tahun depan saya pulang mbak..

hehe gpp panggil dek serasa masih muda ^_^
drprita wrote on May 26, '10
jfs mbak, utk cerita yg memukau ini. Dgn bekerja di Hongkong, apk mb. Mifta merasa adanya peningkatan kualitas hidup? Dlm bidang apa saja, mbak? Btw, di daerah saya bertebaran PJTKI dan rumah2 penampungan TKW. Pasien2 TKW saya jg banyak, dgn berbagai permasalahannya
miftamifta wrote on May 26, '10
drprita said
jfs mbak, utk cerita yg memukau ini. Dgn bekerja di Hongkong, apk mb. Mifta merasa adanya peningkatan kualitas hidup? Dlm bidang apa saja, mbak? Btw, di daerah saya bertebaran PJTKI dan rumah2 penampungan TKW. Pasien2 TKW saya jg banyak, dgn berbagai permasalahannya
Sami-sami bu dokter. Alhamdulillah, dengan saya bisa merantau jauh ke Hong Kong ini menjadikan saya lebih mandiri bu, terus bisa mendapatkan banyak pengalaman hidup dari beragam saudara. banyak sekali hikmah yang saya ambil dari kisah-kisah mereka...

daerah mana itu bu dokter?
drprita wrote on May 26, '10
condet, Jakarta Timur. PJTKI itu biasanya kontrak rumah atau gedung, dan penghuninya biasanya jauh melebihi kapasitas rumah tsb terkadang dlm 1 rumah besar bisa diisi seratusan orang! Memang kebanyakan negara tujuannya adalah Timteng.
puritama wrote on May 27, '10
Ow perjuangan yg berat..
miftamifta wrote on May 27, '10
drprita said
condet, Jakarta Timur. PJTKI itu biasanya kontrak rumah atau gedung, dan penghuninya biasanya jauh melebihi kapasitas rumah tsb terkadang dlm 1 rumah besar bisa diisi seratusan orang! Memang kebanyakan negara tujuannya adalah Timteng.
Jakarta....ada banyak PJTKI yang ada disana ya bu. di daerah saja sudah bertebaran bu untuk saat ini

ya seperti itulah kurang lebih wajah PJTKI dahulu yang memberangkatkan saya bu dokter. dalam paragraf diatas saya singgung sedikit....
miftamifta wrote on May 27, '10
Ow perjuangan yg berat..
iya. penuh lika-liku kisah yang saya alami..

dan semua ada hikmahnya bagi diri saya. menjadi pembelajar bagi kedewasaan
sarahsyahidah wrote on May 27, '10
mbak...berkah ya....:)
miftamifta wrote on May 27, '10
mbak...berkah ya....:)
Insyallah...

terimakasih mbak...
khoirunasihah wrote on May 29, '10
zuha sampai menitikkan airmata mbak...
yaRabb lindungi lah para pahlawan ini agar semakin sujud kepada-MU...
miftamifta wrote on May 29, '10
zuha sampai menitikkan airmata mbak...
yaRabb lindungi lah para pahlawan ini agar semakin sujud kepada-MU...
T_T

Amiinnn Ya Rabb...

redchrysant wrote on Jun 6, '10
subhanallah,,,,,

ceritanya sedih mba T_T

aku jadi teringat dengan mba indah masruroh....

kenal dengan mba indah gak mba ?

owh iya, kita sama...

sama-sama tamat SMA thn 2003

tooss dech.... (nyontek yanti) :D
latansaide wrote on Jun 14, '10
selamat ya... :)
Add a Comment